Cooking in Style with Chef Vera: Soal Masak, Packaging & Styrofoam

Minggu lalu, Mang Mimin dateng ke acara: “Blogger Gathering Cooking in Style with Chef Vera Christiani.” Acaranya diadain tanggal 13 Oktober 2018 di Kapulaga Indonesian Resto. Dulu Mang Mimin sering banget nonton Master Chef Indonesia. Makanya pas dapet undangan ini, Mang Mimin semanget banget. Kapan lagi kan bisa ketemu salah satu kontestan Master Chef Indonesia yang dulu jadi perwakilan kota Bandung?

Acara masak-memasak kali ini temanya “How To Make Good Quality Take-Away Foods.” Karena yang dibahas adalah soal makanan take-away. Pertanyaan yang banyak ditanyain peserta adalah soal packaging. Aman nggak sih kalau kita pake styrofoam buat packaging take-away makanan?

Dan ternyata jawabannya adalah: AMAN! Mungkin sebagian dari kamu banyak yang bertanya-tanya: koq bisa aman? Bukannya dulu mantan wali kota kita sempet ngelarang penggunaan styrofoam? Well, Mang Mimin juga sempet kepikiran gitu sih.

Untuk menjelaskan soal ini, kemarin dateng juga Dr. Dianika Lestari, S.T., dosen program studi Teknik Pangan – Teknik Kimia – Fakultas Teknik Industri ITB & Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D., Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran – Teknik Kimia – Fakultas Teknik Industri ITB. Dari mereka berdua, Mang Mimin dapet banyak info soal packaging makanan terutama styrofoam.

Jadi banyak orang menganggap styrofoam berbahaya itu karena bahan dasarnya yang terbuat dari sterin. Padahal styrofoam itu terbuat dari polisterin yang merupakan bahan turunan dari sterin yang tidak berbahaya buat tubuh. Sterin itu berbahaya bagi tubuh kalau kandungannya lebih dari 5000 ppm. Sedangkan styrofoam kandungannya cuma 0,05 ppm.

Nah kalau gitu kenapa masih banyak yang pro kontra sama styrofoam? Salah satu penyebabnya itu karena styrofoam nggak bisa teturai secara alami. Banyak orang Indonesia yang membuang sampah styrofoam sembarangan jadi mencemari lingkungan.

Padahal menurut Ir. Akhmad Zainal, styrofoam dan plastik itu bisa didaurulang. Malah beliau sekarang lagi merintis komunitas MASARO (Masyarakat Sampah Zero) yang salah satu kegiatannya itu memfasilitasi kegiatan daur ulang berbagai bahan termasuk plastik dan styrofoam.

Gara-gara ngomongin styrofoam panjang-panjang jadi lupa nih sama acara masak-masaknya. Jadi kemarin chef Vera itu ngajarin kami cara bikin Ayam Bumbu Kuning & Soto Ayam. Dua menu ini ternyata bisa lho dibikin sekaligus. Soalnya bahan dan bumbu yang dipakenya hampir sama. Mang Mimin juga diajak bikin sushi sendiri dari bahan-bahan yang yang gampang dicari di sekitar sama. Lumayan nih buat dipraktekin di rumah kalau Mamah nggak ada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s